Transformasi digital mendorong banyak perusahaan untuk memindahkan sistem mereka ke cloud. Salah satunya adalah perusahaan asuransi multinasional yang mulai mengadopsi cloud secara besar-besaran, khususnya menggunakan layanan dari Microsoft Azure.
Namun, di balik kemudahan dan fleksibilitas cloud, ada tantangan besar yang harus dihadapi—terutama dalam hal jaringan (networking), keamanan, dan skalabilitas.
Tantangan: Ekspansi Cloud yang Tidak Semulus Harapan
Sekitar lima tahun lalu, perusahaan ini mulai fokus menggunakan Azure untuk pengembangan aplikasi baru maupun modernisasi sistem lama. Bahkan, hampir semua aplikasi baru diwajibkan berjalan di cloud, kecuali ada alasan kuat untuk tidak melakukannya.
Masalahnya, perusahaan ini memiliki:
-
Sekitar 20 lokasi aplikasi (application sites)
-
Lebih dari 450 lokasi pengguna (user sites)
Semua lokasi ini harus tetap terhubung dengan lancar tanpa gangguan.
Selain konektivitas, perusahaan juga memiliki prioritas tinggi pada:
-
Keamanan (security)
-
Kepatuhan (compliance)
-
Manajemen risiko
Mereka ingin memastikan bahwa semua kebijakan keamanan bisa diterapkan secara konsisten di seluruh lingkungan IT mereka, baik yang ada di data center (on-premises) maupun di cloud (hybrid cloud).
Fokus Utama: Keamanan dan Visibilitas
Tim teknologi perusahaan ini menegaskan bahwa keamanan adalah prioritas utama. Mereka ingin:
-
Memiliki visibilitas penuh terhadap seluruh jaringan hybrid mereka
-
Bisa mengontrol dan mengamankan sistem secara konsisten
Untuk itu, tim keamanan mewajibkan penggunaan private IP address untuk semua resource internal. Tujuannya adalah agar akses tetap aman dan tidak terekspos ke internet publik.
Masalah Baru: Konflik antara Keamanan dan Koneksi
Untuk memenuhi kebutuhan ini, tim cloud menggunakan fitur Private Endpoints di Azure.
Private Endpoint memungkinkan layanan cloud hanya bisa diakses melalui jaringan internal (private), bukan melalui internet publik. Secara teori, ini sangat aman.
Namun, ada konsekuensi yang tidak disadari sebelumnya:
-
Sistem DNS (Domain Name System) menjadi sulit di-resolve
-
Resource di data center tidak bisa dengan mudah terhubung ke resource di Azure
-
Terjadi gangguan konektivitas antar sistem
Singkatnya, solusi keamanan ini justru membuat sistem menjadi sulit saling terhubung.
Akhirnya, tim cloud menyadari bahwa mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan keamanan dan skalabilitas sekaligus hanya dengan tools bawaan Azure.
Solusi: Kolaborasi dan Pemanfaatan Sistem Lama (On-Premises)
Untuk mencari solusi, tim cloud bekerja sama dengan tim jaringan (networking). Mereka juga melibatkan vendor yang mengelola sistem DNS, DHCP, dan IP Address Management (DDI), yaitu BlueCat Networks.
DDI sendiri adalah kombinasi dari:
-
DNS: Mengatur nama domain
-
DHCP: Mengatur distribusi IP
-
IPAM: Mengelola alamat IP
Dengan menggabungkan pengalaman tim cloud dan networking, serta teknologi dari BlueCat, mereka berhasil menemukan solusi yang efektif.
Hasil yang Dicapai
Solusi yang diterapkan kini sudah berjalan di lingkungan produksi (production) dan memberikan banyak manfaat:
1. Mengurangi Biaya Operasional Global
Dengan sistem manajemen yang terpusat dan otomatisasi, perusahaan bisa menghemat biaya operasional jaringan di berbagai lokasi.
2. Meningkatkan Keamanan dan Kepatuhan
Dengan visibilitas global terhadap jaringan:
-
Tim IT bisa memantau seluruh sistem dengan lebih mudah
-
Kebijakan keamanan bisa diterapkan secara konsisten
-
Risiko keamanan bisa dikurangi
3. Mempercepat Deployment Layanan
Perusahaan memiliki ratusan subscription Azure. Dengan solusi ini:
-
Deployment layanan menjadi lebih cepat
-
Proses provisioning lebih efisien
-
Tim bisa lebih fokus pada inovasi
Pelajaran Penting: Jangan Abaikan Tim Networking
Dari pengalaman ini, ada satu pelajaran penting:
Tim networking harus dilibatkan sejak awal dalam desain hybrid cloud.
Berdasarkan survei, sekitar 88% profesional cloud dan jaringan setuju bahwa tim networking perlu memiliki peran dalam perancangan sistem hybrid.
Kenapa?
Karena:
-
Jaringan adalah fondasi dari semua sistem IT
-
Masalah kecil di jaringan bisa berdampak besar
-
Integrasi cloud dan data center sangat kompleks
Peran Vendor dan Kolaborasi
Dalam kasus ini, peran vendor seperti BlueCat Networks juga sangat penting.
Mereka membantu dengan:
-
Memberikan rekomendasi arsitektur
-
Menyediakan solusi teknologi
-
Mendukung implementasi
Kolaborasi antara tim internal dan vendor menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Kesimpulan
Migrasi ke cloud bukan hanya soal memindahkan aplikasi, tetapi juga memastikan jaringan tetap aman, terhubung, dan mudah dikelola.
Kasus perusahaan asuransi ini menunjukkan bahwa:
-
Keamanan dan konektivitas harus seimbang
-
Tools cloud saja tidak selalu cukup
-
Kolaborasi antar tim sangat penting
Dengan pendekatan yang tepat, hybrid cloud bisa menjadi solusi yang kuat untuk mendukung bisnis modern.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan bluecat indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi bluecat.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
