Seiring dengan semakin banyaknya data yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan, muncul juga tantangan baru. Perusahaan harus mengelola risiko bisnis dan keuangan yang berkaitan dengan data tersebut.
Beberapa tantangan utama yang sering dihadapi antara lain:
-
Penyimpanan data (storage)
-
Perlindungan data (data protection)
-
Privasi data
-
Ancaman keamanan (cyber threats)
Karena itu, tim keamanan dan manajemen risiko biasanya membuat aturan internal tentang di mana data boleh disimpan. Tujuannya adalah untuk:
-
Mengurangi risiko kehilangan data penting
-
Menjaga privasi pengguna atau pelanggan
Tantangan: Keamanan vs Kecepatan
Dalam praktiknya, sering terjadi “tarik-menarik” antara dua kebutuhan:
-
Keamanan tinggi (biasanya lebih ketat dan terbatas)
-
Kecepatan dan fleksibilitas (biasanya lebih mudah dengan cloud)
Hal ini bisa menimbulkan konflik di dalam organisasi, karena:
-
Tim keamanan ingin data tetap aman di lingkungan internal
-
Tim IT atau developer ingin akses cepat dan fleksibel seperti di cloud
Akibatnya, sering muncul “friksi” atau ketidakseimbangan dalam pengambilan keputusan.
Kebutuhan Perusahaan terhadap Data DNS
Untuk data DNS (Domain Name System), perusahaan biasanya menginginkan fleksibilitas dalam dua hal:
-
Membuat cadangan (redundansi)
Data disimpan di lebih dari satu tempat, misalnya:-
Data center (lokal)
-
Cloud dari vendor
-
-
Menyimpan data secara eksklusif
Data hanya disimpan di:-
Data center sendiri, atau
-
Private cloud (cloud khusus milik perusahaan)
-
Karena itu, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan dengan baik: apakah data DNS sebaiknya disimpan di cloud, di data center, atau kombinasi keduanya?
Risiko Menyimpan Data di Cloud
Menyimpan data di cloud memang memberikan banyak keuntungan, tetapi juga memiliki risiko yang harus dipertimbangkan.
Di sisi lain, jika perusahaan hanya menyimpan data di data center lokal, mereka mungkin kehilangan keuntungan dari cloud, seperti:
-
Kecepatan
-
Skalabilitas (mudah diperbesar kapasitasnya)
-
Perlindungan ancaman berbasis cloud
Jadi, keputusan ini harus mempertimbangkan “biaya peluang” (opportunity cost).
5 Faktor Penting Menurut Gartner
Menurut Gartner, ada 5 hal utama yang harus dipertimbangkan saat menentukan apakah data disimpan di cloud:
1. Agility (Kelincahan)
Seberapa mudah sistem bisa beradaptasi dengan kebutuhan di masa depan?
Contoh:
-
Apakah mudah menambah kapasitas?
-
Apakah fleksibel saat ada perubahan kebutuhan?
Cloud biasanya unggul di sini.
2. Compliance (Kepatuhan)
Apakah penyimpanan data sudah sesuai dengan:
-
Regulasi pemerintah
-
Aturan hukum
-
Standar industri
Beberapa jenis data (misalnya data pribadi) mungkin wajib disimpan di lokasi tertentu.
3. Availability (Ketersediaan)
Seberapa sering sistem mengalami gangguan?
Hal yang perlu dipertimbangkan:
-
Risiko downtime (layanan tidak bisa diakses)
-
Risiko kehilangan data
Cloud biasanya punya sistem backup yang baik, tapi tetap ada risiko gangguan.
4. Supplier (Penyedia Layanan)
Risiko terkait vendor cloud, seperti:
-
Perubahan harga
-
Perubahan kebijakan
-
Bahkan kemungkinan layanan dihentikan
Perusahaan harus siap jika terjadi perubahan dari pihak penyedia cloud.
5. Security (Keamanan)
Ini adalah faktor paling penting, meliputi:
-
Kerahasiaan data
-
Kontrol akses
-
Perlindungan dari serangan siber
Baik cloud maupun data center punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Solusi: Fleksibilitas dengan BlueCat Custom Logging
Apa pun pilihan strategi penyimpanan data (cloud, data center, atau hybrid), perusahaan tetap membutuhkan kontrol yang baik.
Di sinilah fitur seperti custom logging dari BlueCat sangat membantu.
Dengan fitur ini:
-
Tim jaringan bisa menentukan di mana data DNS disimpan
-
Bisa mengatur bagaimana data dikirim (transport)
-
Tetap memenuhi standar keamanan perusahaan
Fleksibilitas Penyimpanan Data
Dengan custom logging, perusahaan bisa memilih untuk menyimpan data di:
-
Cloud
-
Data center lokal
-
Data lake (penyimpanan data skala besar)
-
Atau kombinasi semuanya
Artinya, perusahaan tidak perlu memilih salah satu saja. Bisa menggunakan pendekatan hybrid sesuai kebutuhan.
Keuntungan Utama
Beberapa manfaat utama dari pendekatan ini:
-
Kontrol penuh terhadap data DNS
-
Fleksibilitas tinggi dalam penyimpanan
-
Keamanan tetap terjaga
-
Bisa menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis
Kesimpulan
Tidak ada jawaban tunggal apakah data DNS harus disimpan di cloud atau di data center. Semua tergantung pada kebutuhan dan prioritas perusahaan.
Hal yang perlu dipertimbangkan:
-
Keamanan data
-
Regulasi dan kepatuhan
-
Fleksibilitas dan kecepatan
-
Risiko dari penyedia cloud
Solusi terbaik biasanya adalah kombinasi (hybrid), yaitu memanfaatkan kelebihan cloud dan tetap menjaga kontrol data penting di data center.
Dengan bantuan tools seperti BlueCat custom logging, perusahaan bisa mendapatkan keseimbangan antara keamanan dan fleksibilitas tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan bluecat indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi bluecat.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
