Perpindahan ke teknologi cloud (komputasi awan) saat ini mendorong banyak inovasi. Cloud memudahkan proses pengembangan aplikasi, membantu perusahaan memberikan layanan yang lebih baik ke pelanggan, serta meningkatkan kemampuan internal perusahaan. Dengan kata lain, cloud menjadi salah satu kunci agar perusahaan bisa unggul dari kompetitor.
Perkembangan Cloud dan Microservices
Salah satu tren utama dalam pengembangan cloud adalah penggunaan microservices. Ini adalah cara membangun aplikasi dengan membaginya menjadi bagian-bagian kecil yang berdiri sendiri.
Keuntungan microservices:
-
Mudah dikembangkan dan di-update
-
Bisa di-scale (ditingkatkan kapasitasnya) hanya pada bagian tertentu saja
-
Tidak perlu mengubah seluruh sistem
Contohnya:
-
Sistem login (autentikasi) hanya digunakan sekali saat pengguna masuk
-
Setelah itu, komponen lain seperti data pengguna atau layanan utama akan bekerja sendiri
Namun, bagian yang paling kompleks biasanya adalah data:
-
Di mana data disimpan?
-
Bagaimana cara mengaksesnya?
Lokasi data bisa berbeda-beda karena:
-
Aturan privasi
-
Data sensitif
-
Kebijakan perusahaan
Akibatnya, tidak semua data bisa disimpan di cloud. Sebagian tetap harus berada di data center internal perusahaan (on-premise). Hal ini membuat proses pencarian dan akses data menjadi lebih rumit, dan seringkali tim developer tidak siap menghadapi kompleksitas ini.
Peran DNS dalam Cloud
Untuk menemukan lokasi data, sistem menggunakan DNS (Domain Name System). DNS berfungsi seperti “buku alamat” internet yang menghubungkan nama domain dengan alamat IP.
Biasanya, developer berharap DNS akan bekerja secara otomatis. Namun, masalah sering muncul terutama pada lingkungan hybrid, yaitu:
-
Sebagian data ada di cloud
-
Sebagian lagi ada di data center perusahaan
-
Bahkan ada juga yang berada di internet umum
Untuk mengatasi ini, tim jaringan biasanya harus membuat konfigurasi tambahan seperti:
-
Conditional forwarding
-
Pengaturan DNS manual lainnya
Masalahnya, ini bertentangan dengan tujuan cloud yang seharusnya:
-
Mudah digunakan
-
Cepat di-deploy
-
Mudah di-scale
Akhirnya, muncul kebutuhan untuk seseorang yang khusus mengelola DNS, yang justru menambah kompleksitas baru.
Solusi: DNS Edge
Di sinilah solusi seperti DNS Edge dari BlueCat hadir. Alih-alih menjadi masalah, DNS justru dijadikan solusi.
DNS Edge dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan DNS di lingkungan cloud dan hybrid.
Fitur Utama DNS Edge
DNS Edge menggunakan komponen ringan (virtual service points) yang bisa dipasang di berbagai platform cloud seperti:
-
Microsoft Azure
-
AWS (Amazon Web Services)
-
Google Cloud Platform
Dengan DNS Edge, pengguna bisa:
-
Melihat semua aktivitas DNS (visibility)
-
Mengontrol jalur pencarian DNS (resolution path)
Masalah yang Diselesaikan oleh DNS Edge
DNS Edge membantu mengatasi beberapa masalah utama:
-
Lingkungan Hybrid
Data tersebar di berbagai tempat (cloud dan data center) -
Konfigurasi DNS yang Rumit
Mengurangi kebutuhan pengaturan manual seperti conditional forwarding -
Keterbatasan Cloud
Beberapa cloud seperti AWS tidak mendukung penuh kombinasi data cloud dan on-premise secara default
Cara Kerja DNS Edge (Contoh Sederhana)
Misalnya ada aplikasi e-commerce (toko online) yang:
-
Menyimpan data aktivitas pengguna di cloud
-
Menyimpan data sensitif pelanggan di data center perusahaan
-
Mengambil iklan dari internet (pihak ketiga)
Dengan DNS Edge:
-
Setiap sumber data dianggap sebagai “namespace DNS”
-
DNS Edge akan mencari data berdasarkan urutan prioritas
Prosesnya:
-
Cek ke sumber pertama (misalnya cloud)
-
Jika tidak ditemukan, lanjut ke data center
-
Jika masih tidak ada, lanjut ke internet
Semua ini dilakukan otomatis tanpa konfigurasi yang rumit.
Keuntungan Tambahan DNS Edge
Selain mempermudah akses data, DNS Edge juga memberikan:
1. Visibilitas (Monitoring)
Semua aktivitas DNS dicatat dan bisa dianalisis.
2. Kontrol Akses
Admin bisa mengatur:
-
Siapa yang boleh mengakses data
-
Dari mana akses diperbolehkan
3. Keamanan
DNS Edge bisa mendeteksi aktivitas mencurigakan seperti:
-
Serangan siber
-
Pencurian data (data exfiltration)
-
Teknik hacking seperti DNS tunneling
Manfaat Utama untuk Perusahaan
Dengan DNS Edge, tim developer bisa:
-
Fokus pada inovasi dan pengembangan aplikasi
-
Tidak perlu pusing dengan konfigurasi jaringan yang kompleks
-
Memanfaatkan cloud tanpa kehilangan kontrol terhadap data sensitif
Perusahaan juga tetap bisa:
-
Menyimpan data penting di data center sendiri
-
Menggunakan layanan cloud secara fleksibel
Kesimpulan
DNS Edge membantu menyederhanakan kompleksitas dalam lingkungan cloud, terutama pada sistem hybrid yang menggabungkan cloud dan data center internal.
Manfaat utamanya:
-
Mempermudah akses data dari berbagai lokasi
-
Mengurangi konfigurasi DNS yang rumit
-
Meningkatkan keamanan dan kontrol
-
Mendukung inovasi tanpa hambatan teknis
Dengan solusi seperti ini, tim IT dan developer bisa bekerja lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien—tanpa harus terjebak dalam kerumitan infrastruktur jaringan.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan bluecat indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi bluecat.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
